Diberdayakan oleh Blogger.

Down to zero (it’s not over)

0



sedih, gagal, dan jatuh hingga kedasarBukanlah sebuah akhir. Jatuhnya memang sakit. Tapi tahukah kau kawan?











Ada hal bahagia yang hanya akan kau rasakan ketika kita jatuh. Ada sebuah sensasi begitu bebas, seperti ketika kita jatuh dari ketinggian.  Walaupun sakit, dan meskipun betapa malu dan kesalnya kita. 



karena.... 








Dari nol lah segalanya dimulai. Dari sebuah ruang hampa, segalanya akan terisi, dan terus mengembang, seperti asal mula jagad raya yang di ciptakan Tuhan. Dari nol lah kita akan menanjak kembali, menuju dan menembus titik kita terjatuh, hingga menuju puncak.








semuanya belum berakhir












mulai dari awal. Kita buat kembali, atur kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mari kita bangkit lagi.

 Masih ada kesempatan yang terhampar luas di bumi ini untuk kita coba bersama.







Dan ketika kita jatuh kembali, 


tinggal kita bangun lagi. Dan berlari kembali.






because it’s not over…



Read more

Als Ik

0
"Als Ik" bukanlah sebuah kalimat pesimistis penentang takdir. berbeda dari penyesalan terhadap hal yang telah terjadi. bagiku, "Als Ik" adalah sebuah ungkapan syukur atas sebuah bagian kecil yang menggiring ku sebuah bagian besar yang sungguh sangat mengejutkan.

seandainya aku tidak bersama mereka, aku tak tahu apa yang akan terjadi dengan diriku. mungkin aku hanya akan hidup dalam realita biasa. belajar, mengerjakan PR, pulang sekolah. tak ada petualangan, dan tak ada ambisi.

dalam batas daya pikir manusia yang hanya diberikan setitik oleh Tuhan. disini semuanya tertulis, oleh tawa dan kenangan indah yang tak akan pernah kalian mengerti.

dan karena aku bersama mereka, maka disinilah aku dengan diriku. dan aku tak perlu menjadi orang lain, ataupun menahan keinginan karena sebuah komitmen yang naif.

dan jika tidak dengan mereka. aku akan seperti kalian yang terus bicara. yang tak pernah bisa melihat kenyataan dan fakta. yang hanya akan membalas, seperti seorang anak yang disiksa ayahnya. dan terus diteruskan hingga turun temurun.

kau tak akan pernah mengerti......
Read more

lentera jiwa

0
setiap orang memiliki hobi, atau pun suatu kegiatan yang sangat ia cintai. dan tentunya hobi apapun itu atau kegiatan apapun yg mereka cintai itu, ketika mengerjakannya mereka akan selalu merasa bahagia. mereka tidak peduli dengan berapa banyak uang yang mereka keluarkan, berapa banyak waktu yang telah mereka habiskan, atau pun komentar dari orang-orang disekitar. dan tak jarang hobing yang mereka geluti malah menjadi pekerjaan mereka sendiri, yang membawa mereka ke jenjang karier yang tinggi. itulah orang-orang yang mendapatkan apa yang disebut dengan lentera jiwa.


cahaya akan menuntut kita melewati pusaran waktu, menuju kebahagiaan hati kita. dan panasnya akan menghangatkan kita di dunia yg dingin dan terkadang kejam ini. 


hanya orang-orang berani yang mampu mendapatkan lentera jiwa mereka. mereka adalah orang-orang yang tidak termakan rayuan materialistis. karena banyak orang-orang yang rela meninggalkan apa yang mereka sukai atau suatu pekerjaan yang tidak sukai, namun harus mereka jalani hanya demi keamanan finansial belaka. 

seperti halnya kita anak SMA. setelah kita lulus, yang ada di pikiran kita adalah, mau kuliah apa?  dan sebagian besar orang akan memilih jurusan dimana mereka akan digaji besar dan dijamin oleh asuransi. akan tetapi kita tidak pernah mimikirkan apakah kita menyukai bidang tersebut? atau apakah hati kita terasa tentram dengan melakukan hal ini?

bisa jadi kita malah terus tertekan akibat pekerjaan yang tidak kita senangi itu. meskipun kita mendapatkan gaji yg besar, asuransi jiwa yang bagus, atau pun rumah yang luas. tapi jika pikiran dan hati kita tertekan untuk  apa semua itu?







mereka adalah orang-orang yang telah menemukan lentera jiwa mereka.

lalu dimanakah lentera jiwa mu?



Read more

akar korupsi

0
Assalamualaikum wr wb
mumpung lagi stuck abis belajar, mendingan kita refresing dulu ok.

kali ini gua akan nulis tentang korupsi







ga usah kita pungkiri lagi kalo korupsi udah merajalela di negeri ini. bukan cuma di pemerintahan pusat. tapi dari mulai daerah, kecamatan, sampai institusi seperti sekolah masih banyak yang melakukan praktik korupsi. dan yang lebih gatau malunya lagi. para koruptor yang ketangkep bukannya pada insaf. malah pada senyam-senyum di kamera, ada yang perawatan facial di penjara, sampe nonton pertandingan tenis di Bali (ya, you now lah siapa)






tapi kalo di pikir-pikir kenapa negeri kita sampe bobprok kayak gini ya? padahal dari catatan sejarah, pada zaman penjajahan dulu negeri kita adalah negeri yg pemberani. yang ga takut mengorbankan harta, raga, bahkan jiwa demi kemerdekaan. dan para pemudanya bener-bener terpelajar dan ga matre. malahan pengen membangun negerinya jadi merdeka dan berpendidikan.

lantas kenapa sekarang jadi ngaco begini?
dan kenapa koruptor-koruptor ga pada jerah malah pada nambah terus?





menurut gua, ini semua di karenakan butterfly effect (weh gila bahasanya ya ) istilah gua denger dari seorang sesepuh. dan setelah gua cari di google. kira-kira maksudnya adalah dimana suatu komponen yg kecil dapat berakibat besar pada suatu sistem yg berjalan. atau membawa perubahan yang signifikan.


penjelasan gampangnya, misalkan lu punya jadwal kegiatan selama sebulan. nah waktu ngerjain jadwal yg pertama itu waktunya ngaret dan tertunda. jadinya efeknya bakalan ke kegiatan-kegiatan yang laen. juga bakalan tertunda.


hubungannya dengan korupsi?

hubungannya adalah, seorang koruptor adalah manusia. yang dulunya pasti berawal dari bayi dan beranjak dewasa. nah dalam proses tersebut tentunya ia akan mengalami proses pendidikan.

"proses pendidikan inilah yang menentukan dirinya apa dia akan menjadi seorang koruptor yang matrelialistis, atau seorang pemimpin yg bertanggung jawab dan bijak."

jadi semuanya berawal dan ditentukan dari pendidikan kita.

maka sekarang kita lihat pendidikan kita, apakah institusi pendidikan negeri ini telah mengajarkan kita untuk menjadi seorang pemimpin yg bijak, menjadi seorang pemuda intelektual yang analisis dan kritis, mendidik untuk menjadi indvidu yang bukan cuma berteori?


Read more

keberlangsungan budaya baca

0
Assalamualaikum wr.wb

udah lama sekali gua vakum nulis blog gua ini. dan alhasil blog gua jadi terbengkalai udah kayak bunker bekas perang gini. yah, dikarenakan beragam aktivitas yang banyaknya minta ampun sampe bikin gua kurus, padahal udah makan banyak (cacingan kali ya). but, mumpung lagi ada waktu luang, mari kita nulis lagi.

oke tulisan gua kali ini adalah tentang :


budaya membaca

ga usah make kata-kata yang berat atau pun perumpamaan-perumpamaan lagi, kita udah tahu pastinya kalau membaca itu penting. maka dari itu kita sebagai anak muda (wehehehe muda euy) udah seharusnya kita membudayakan diri kita untuk membaca.

nah, jadinya kadang di sekolah-sekolah ada yang namanya budaya baca. yeah well, that's good program. malah di sekolah gua kegiatan itu di jadiin program unggulan. nah yang jadi pertanyaan adalah, apakah budaya baca itu benar-benar jadi budaya?

budaya kalau menurut gua, adalah suatu hal yang dilakukan berulang-ulang oleh suatu komunitas, dan menjadi sebuah kebiasaan. yah maklum kalo ngaco.

jadi permasalahannya apa, program itu bener-bener jadi budaya di kalangan siswa jadinya ga cuma seperti kegiatanya yang sifatnya hanya untuk pencitraan semata. bisa-bisa pendidikan kita bukannya makin bener malah jadi makin bobprok ntar. 

coba : misalkan di sekolah A. menjalankan budaya baca buku apa saja selain pelajaran. lalu di wajibkan untuk membaca. lalu mencatat buku yang dibaca ke daftar absen sekolah. dan selalu ada guru atau staf yang mendokumentasikannya lewat kamera atau pun merekamnya.

namun, anehnya terkadang para guru lupa untuk mengadakan acara ini padahal sudah ada jadwalnya.

nah, menurut lu  semua :
  • apa dengan cara ini bener-bener bisa membuat baca menjadi budaya bagi para siswa?
  • apakah program tersebut bertujuan untuk pencitraan sekolah semata atau bener-bener untuk niat tulus ikhlas demi memperbaiki mental dan pendidikan bangsa?


menurut gua, acara tersebut hanya untuk pencitraan semata. dan budaya baca ga terjadi di antara para siswa. karena sudah merasa terbebani. siswa sendiri akan menganggap kegiatan tersebut tak penting, karena para gurunya sendiri sering lupa untuk mengadakan kegiatan tersebut walaupun sudah ada jadwalnya (waduh) kalo gurunya aja begitu apa lagi muridnya coba.


solusi : (menurut gua lagi)

"kita ga perlu yang namanya buat acara baca buku secara akbar satu sekolah."

tapi kita mempromosikan sebuah buku yang kita baca kepada guru dan juga sebaliknya. kita menceritakan isi buku yang kita baca kepada teman dan guru kita. sampai mereka tertarik untuk membacanya. dengan begitu, para guru pun juga akan  mempromosikan buku yang dibacanya kepada para murid-murid. sehingga nantinya secara ga langsung kita semua akan mau yang namanya membaca buku.

tapi terkadang emang kalo kita (siswa) merasa kurang sreg kalo pengen mempromosikan buku yang kita baca ke guru. dan guru pun terkadang merasa kalau yang seharusnya banyak baca itu murid bukan dirinya.


well sekian dulu. maaf kalo ada yang tersinggung, tulisannya rada ngaco bahasanya (namanya juga lagi belajar).


mari kita tolak segala hal-hal yang dilaksanakan hanya untuk pencitraan semata tanpa ada gunanya sama sekali!






Read more

pengalaman dan evaluasi

1
banyak buku-buku yang mengatakan pengalaman adalah guru yang paling beharga. maka semua yang terjadi adalah sebuah pembelajaran diri. segala yang kita alami adalah proses pembelajaran diri dalam rentang waktu yang dimulai ketika menangis untuk pertamakalinya hingga menghembuskan nafas terakhir dan melihat ruh kita diangkat oleh malaikat maut.

semua momen yang pernah ada, mempunyai  sebuah tujuan dan akan berakhir dengan sebuah tawa dan canda, dalam usaha bernostalgia akan momen tersebut. sesakit apapun, seberat apapun seorang individu ingin melupakan dan menganggapnya tak ada. usahanya akan sia-sia, karena momen itu akan selalu tersimpan dan ada. maka melupakan adalah hal bodoh, lari lebih bodoh lagi.

sungguh bodoh orang yang menyesal karena keputsannya sendiri. bukankah jika ia memutuskan, semestinya sudah tahu konsekuensi dari pilihannya. maka jika menyesal dan larut dalam penyesalannya adalah bodoh. tangisan tiada guna untuk hal seperti itu. pena-pena telah mengering, dan lembaran-lembarang telah ditutup. tidak ada satu helai daun pun yang jatuh tanpa sepengetahuan-Nya, jadi buat apa kita menyesal untuk sesuatu hal yg telah direncakan? bukankah semua yang Dia rencakan adalah kebaikan untuk makhluk-Nya? maka pada dasarnya tidak ada pengalaman yg buruk, semuanya akan dianggap baik walaupun dalam dimensi waktu yang berbeda-beda.

maka pantaslah pengalaman menjadi guru yang paling berharga dalam hidup kita. karena dari merekalah kita bisa mengevaluasi diri. dimana kesalahan-kesalahan kita, dan apa yang harus kita lakukan semestinya, sehingga jika ada orang yg mengalami hal yg sama seperti kita alami, dapat kita tuntun mereka sehingga dapat melauluinya dengan lebih baik.
Read more

blog kamu yg blogspot kenapa jarang diurusin sekarang?

0
Read more
Powered By Blogger
 
Copyright 2009 just take it
Design by BloggerThemes